Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Filosofi Duri Kaktus

Akankah ini menjadi tanaman pertama yang kuberikan untukmu? Hmm, kalau iya, kenapa seorang ayah dua anak memilihkan tanaman kaktus ditengah viralnya minyak k*tus-kut*s. Bisa saja sih saya jelaskan walau tidak ada kaitannya dengan minyak yang sedang hits itu.

Kaktus itu tanaman penuh duri. Konon katanya, duri berguna untuk melindungi diri. Jadi, ketika ada hewan atau manusia yang mengganggu tentu akan berhadapan dengan duri ini.

Hmm, tapi saya pun merenung. Apa betul duri ini ada memang untuk melukai. Atau ada maksud lain? Dugaan manusia pun berlanjut. 

Manusia mengkaitkan keberadaan kaktus yang tidak memiliki daun. Katanya lagi daun ini berubah menjadi duri. Tujuannya untuk bertahan hidup di daerah gurun. Duri ada agar dalam diri kaktus tidak terjadi penguapan yang berlebih. Penguapan yang berlebih akan mengurangi peluangnya hidup di daerah kering dan panas.

Jadi, saya lebih menduga kalau duri kaktus sebenarnya ada bukan untuk melukai. Saya merasa kaktus tidak akan sekejam itu. Apalagi berhadapan dengan sesama makhluk. Lantas kalau ada hewan yang terluka karena kaktus itu ceritanya bagaimana ya.

Menurut saya lagi, hewan yang terluka karena duri kaktus lebih disebabkan karena kenekatannya sendiri. Sudah tahu melukai, masih saja dipegang. Mungkin hewan yang nekat memegang duri tidak pernah berpikir panjang.

Duri Kehidupan
Kalau dikaitkan dengan kehidupan, duri kaktus layaknya prinsip hidup. Manusia menggunakan prinsip hidup untuk bertahan di tengah kerasnya kehidupan. Prinsip hidup yang membentuk kehidupan seseorang.

Prinsip hidup ini yang berguna menahan gempuran dari luar. Prinsip hidup yang membuat diri untuk tak pernah goyah dengan godaan prinsip lain. Seperti duri juga, kadang prinsip hidup yang terlalu kuat juga melukai orang lain.

Contohnya pada orang yang berprinsip hidup hemat. Prinsip untuk berhemat ini yang menjadikan dia terselamatkan dari sikap boros. Begitu pula ketika ada orang yang menggodanya untuk bersikap boros, tentu prinsip hidup hemat akan menjadi layaknya "duri kaktus". Prinsip hidup hemat melukai orang yang berprinsip hidup boros. Milikilah prinsip, bukan untuk menyerang namun untuk bertahan.

Comments

Baca Juga