Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Balada Tukang Sunat (Puisi)


Entah kenapa profesi ini menggiurkan

Padahal hanya memotong bagian kecil di depan

Ternyata kecil jadi banyak kalau dikumpulkan


Alkisah tukang sunat yang lihai

Sebelum memotong pasti dibelai

Sampai nurut dan terkulai


Ritual dengan seribu bumbu

Rapalan mantra melaju

Merdu nyanyian datang menyerbu


Sambil tersenyum

Berbicara bijaksana

mencampur nama Tuhan sebagai bumbu


Orang disunatnya tanpa menjerit

Walau keadannya terhimpit

Di pojok ruang yang sempit


Tukang sunat berwajah pribumi

Penerus era kompeni

Tak peduli apa kata orang yang penting diri sendiri


Tukang sunat punya teman

Temannya juga tukang sunat

Punya hobi yang sama

Yaitu nyunat


Tapi apa mereka saling menyunat?

Kalau tukang sunat saling menyunat

Bisa habis yang disunat


Para tukang sunat bersatu

Dibagilah para tukang sunat itu

Dari membuka cabang sampai ganti baju


Dibukalah cabang sunat

Sembari ganti baju tetap menyayat

Jelas bersatu 'tuk membabat


Ya karena wataknya satu

yang dipikir hanya itu

Selalu nyunat tanpa rasa malu


Satu pintaku

Jangan kau sunat puisiku

Biar dianggap tahu malu

Comments

Baca Juga