Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Godaan Cita-Cita tanpa Bertindak



Cita-cita besar, harapan yang tinggi, atau tujuan yang harus tercapai merupakan hal-hal yang harus kita wujudkan. Namun ingat, cita-cita besar memiliki jarak dengan kita saat ini. Jarak inilah yang menjadi ajang bagi kita untuk berproses. Berproses sekaligus seleksi alam siapa yang bisa bertahan.

Kita setiap hari selalu tergoda untuk membayangkan terwujudnya cita-cita. Kalau dari segi materialistik terbayang hidup enak, serba tercukupi. Untuk mewujudkan kondisi tersebut tidak asal alias "ujug-ujug" tercapai. Harus melalui proses. Jadi tidak ada yang instan dalam hidup ini.

Seinstan-instannya mie instan, pasti harus melalui proses agar bisa dinikmati. Mulai dari membuka bungkus, merebus air, memasak di atas tungku, mencampurkan bumbu, sampai menyajikan mie di atas meja makan. Sekali lagi, hidup ini butuh proses.

Oleh karenanya sangat tidak pantas apabila kita setiap hari membayangkan akan hidup enak di kemudian hari apabila kegiatan sehari-hari hanya menganggur. Tidak pernah berdoa memohon kepada Yang Maha Kuasa, atau pun berusaha bertindak untuk mewujudkan cita.

Dan ingat berproses itu tidak mudah. Berproses layaknya menelan pil pahit ketika sakit. Pil yang mau tidak mau harus kita telan kalau ingin sehat kembali. Berusaha pun begitu, akan banyak godaan untuk menyerah dan berputus asa. Ketika godaan itu datang, tetap gunakan akal sehat dan terus bertindak. Hancurkan rasa malas bertindak dan hanya membayangkan yang enak saja.

Yakinlah, harapan itu selalu ada.

Ditulis setelah melihat si kecil menjadi korban, 27 Desember 2018

Comments

Baca Juga