Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Belajar Literasi Finansial Melalui Buku Rich Dad, Poor Dad

Kalau ada yang bertanya, buku apa yang cocok untuk dibaca di awal tahun 2020 ini, jawaban tegas saya adalah buku "Rich Dad, Poor Dad". Walau buku karya Robert T. Kiyosaki dan Sharon L. Lechter ini terbit pertama kali 23 tahun yang lalu namun tetap relevan dengan kondisi saat ini.

Saya sebenarnya tidak terlalu suka pada buku-buku yang membahas tentang kekayaan. Karena kebanyakan buku tema kekayaan dan bisnis seolah "mendoktrin" pembacanya mencintai uang. Cinta uang yang membuat setiap pembacanya mengejar uang dengan berbagai macam daya dan upaya.

Oleh karena itu, ketika beberapa tahun lalu banyak orang yang menyarankan saya untuk membaca buku "Rich Dad, Poor Dad" selalu saja saya tolak. Saya mengira isinya pasti sama, yaitu terobsesi pada uang! Ha, perkiraan saya ini semakin diperkuat karena judul buku ini yang menggunakan istilah "rich" yang berarti kaya.

Saya pada akhirnya penasaran juga dengan buku "Rich Dad, Poor Dad" setelah melihat tayangan di Youtube. Tayangan berisi sinopsis buku "Rich Dad, Poor Dad" ini membuka mata. Mata saya terbelalak karena ternyata buku yang sudah dicetak ulang puluhan kali ini tidak mengajarkan CINTA UANG!

Ayah Robert T. Kiyosaki yang kaya melarang Robert T. Kiyosaki muda untuk mencintai uang. Alasannya karena uang itu ilusi. Ia menjelaskan bagaimana nilai uang bisa berubah setiap saat. Dan uang sangat banyak tidak berarti apa-apa bila pemiliknya masih bekerja keras untuk mendapatkan uang.

Oh iya, ada yang terlupa, buku " Rich Dad, Poor Dad" berisi pengalaman pribadi Robert T. Kiyosaki ketika dibesarkan oleh kedua ayah yang berbeda. Ayah pertama adalah ayah kandungnya yang berpendidikan tinggi namun miskin. Sedangkan ayah keduanya adalah ayah yang kaya namun tidak berpendidikan.

Kondisi kedua ayahnya ini yang membuat Robert T. Kiyosaki bergumul pada pemikiran mengapa Ayahnya yang berpendidikan tinggi tidak kaya. Padahal setiap hari ayah miskinnya ini selalu bekerja keras. Ironisnya, walau bekerja keras sepanjang hidup, ayah miskinnya ini tidak mewariskan apapun kepada anaknya.

Perbedaan ayah kaya dan ayah miskin terletak pada kemampuan intelegensi keuangannya (sekarang populer disebut literasi finansial). Ayahnya yang miskin walau menikmati pendidikan tinggi namun tidak dibekali kecerdasan finansial. Sehingga ia terjebak pada tanggungan hutang, kartu kredit, cicilan rumah dan mobil yang membuatnya pensiun dalam keadaan miskin.

Berbeda dengan ayah kaya yang tidak lulus sekolah namun memiliki empirium bisnis yang kala itu berkembang di Hawai, Amerika Serikat. Ayah kaya ini tidak menyukai sistem pendidikan di sekolah. Karena sekolah tidak mengajarkan kecerdasan finansial.

Padahal kecerdasan finansial yang mengajarkan bagaimana cara uang bekerja untuk kita, bukan kita bekerja keras untuk uang. Buku ini mengajarkan kita untuk meninggalkan cara-cara kuno seperti bekerja keras untuk uang, bermewah-mewahan tanpa memperhatikan aset.

Buku ini mengajarkan agar setiap orang mengasah kecerdasan finansialnya. Sehingga Ayah Robert T. Kiyosaki yang kaya mengajarkan kepada anaknya untuk memahami betul apa itu pemasukan, pengeluaran, aset dan liabilitas. Anaknya juga dibekali teknik dasar finansial tentang akuntansi, finansial, pasar dan hukum.

Saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca oleh para remaja, pemuda bahkan orang tua. Terutama orang tua yang memiliki anak dan memperhatikan masa depan anak-anaknya. Buku "Rich Dad, Poor Dad" memuat contoh kasus yang relevan dengn kondisi saat ini. Dimana sekarang mudah ditemukan perusahaan yang mengurangi tenaga kerjanya.

Silahkan baca buku ini, nikmati setiap kata yang ada. Resapi makna yang ada. Buku setebal 238 halaman ini mudah dipahami karena Ayah Kaya Robert T. Kiyosaki sangat menyukai pemikiran yang sederhana dan aplikatif. Bacalah, temukan inspirasi lebih banyak melalui buku ini!

Borobudur, 7 Januari 2019
Special Thanks to @sidikwidaryanto
Adik tingkat saya sewaktu kuliah yang kini menjadi trainer motivasi. Ia mengirim pesan melalui Instagram mengomentari story IG saya. Lalu ia merekomendasikan 2 buku karya Robert T. Kiyosaki yaitu Rich Dad, Poor Dad dan The Cashflow Quadrant. Saran darimu, membuatku order buku ini di Shoop*. hhha

Comments

Baca Juga