Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Makna Lagu Redemption Song


Redemtion Song adalah lagu yang diciptakan dan dipopulerkan oleh Bob Marley. Bob Marley menciptakan lagu ini karena terinspirasi pidato Marcus Garvey. Terdapat kesamaan lirik dengan isi pidato Marcus Grey. Terutama dalam bagian ini:

Emancipate yourselves from mental slavery

None but ourselves can free our minds

Lagu yang ditulis Bob Maerley pada tahun 1979 ini memiliki "daya magis" seperti lagu-lagunya yang lain. Liriknya yang menawarkan pada kebebasan, perbudakan dan syarat akan rasa spiritual membius jutaan orang di dunia. Sampai-sampai, sebagian orang menganggap Bob Marley sepadan dengan pemimpin agama di dunia.

Lirik "Emancipate yourselves from mental slavery, None but ourselves can free our minds" bila diterjemahkan secara bebas berarti "Bebaskan dirimu dari perbudakan mental, Tidak ada kecuali diri kita sendiri yang dapat membebaskan pikiran kita."

Bob Marley melalui baris lirik ini mengajak setiap orang untuk membebaskan diri dari perbudakan mental. Lirik ini sebenarnya diperuntukkan bagi bangsa Afrika yang waktu itu baru saja terbebas dari perbudakan. Namun, kebebasan belum sepenuhnya hinggap dalam diri bangsa Afrika. Karena mental bangsa Afrika masih terkungkung dalam "perbudakan."

Sikap mental budak masih dimiliki oleh orang-orang. Mental budak/perbudakan mental yang dimaksud dicirikan dengan sikap-sikap terperintah dan/atau kehilangan inisiatif. Sikap kehilangan inisiatif maksudnya sikap yang menjadikan diri sendiri ini sebagai obyek, bukan subyek.

Manusia bila memposisikan dirinya bukan sebagai subyek, ia akan sangat mengandalkan pihak-pihak lain untuk menggerakkan dirinya. Ia sulit mengambil sikap/tindakan bila tidak diperintah oleh orang lain. Bahkan sikap ini hinggap secara tidak sadar pada orang-orang yang mengaku "merdeka."

Orang "merdeka" biasanya sudah merasa bebas. Karena ia leluasa mengambil tindakan apapun. Hanya saja, ia akan memposisikan diri sebagai "korban" bila terbentur masalah. Pemosisian diri sebagai korban ini sama artinya tidak mau bertanggung jawab terhadap sikap/tindakan yang diambil. Padahal manusia merdeka yang terbebas dari perbudakan mental bebas mengambil tindakan namun juga siap menerima resiko dari tindakan tersebut.

Perbudakan mental dalam diri hanya dapat dihilangkan oleh diri sendiri. "None but ourselves can free our minds," Tidak ada kecuali diri kita sendiri yang dapat membebaskan pikiran kita. Sikap mental merupakan bagian yang ada dalam diri manusia. Mental sulit sekali diubah oleh pihak-pihak luar.

Kalaupun dapat berubah karena adanya pengaruh dari luar pasti sifatnya sementara. Pengaruh dari luar, biasa disebut dengan pengaruh ekstrinsik. Pengaruh ekstrinsik tidak akan lebih besar bila dibandingkan dengan pengaruh dari dalam. Pengaruh dari dalam dalam bahasa psikologi dinamai dengan istilah instrinsik.

Pengaruh intriksik sifatnya lebih permanen. Selain itu perubahan karena pengaruh instrinsik lebih baik daripada ekstrinsik. Ibaratnya seperti pecahnya telur. Telur yang pecah dari dalam-karena menetas-lebih baik daripada telur yang dipecah dari luar.

Akhirnya, saya bersepakat dengan pendapat Bob Marley dan Marcus Grey. Bahwa kebebasan diri dari mental-mental perbudakan sangat ditentukan oleh diri sendiri. Sehingga kebebasan diri tidak hanya kebebasan dari kungkungan fisik namun juga kebebasan dari hal-hal yang sifatnya mental.

Comments

  1. Waah saya taunya lagu Bob Marley tuh cuma yang No Women No Cry doang 🥲

    ReplyDelete
  2. Menarik juga interpretasi lagu Redemption Song Bob Marley ini. Bicara tentang perbudakan mental, serta posisi diri.

    Cukup untuk kontemplasi diri bacanya.

    ReplyDelete
  3. Sama kayak Kak Asti, aku juga taunya Bob Marley itu lagu regae dan lagu yang jadi top of mind adalah No Woman No Cry. Hahahaha

    ReplyDelete
  4. Wah aku kok jadi auto kepikiran sama merdeka belajar jargonnya kemdikbud periode skerg hehhe.

    Mental mandiri. Dan memahami perasaannya, kemauannya ini harus ditanamkan sejak dini.

    Dalam teori pengasuhan prinsip ini masuk dalam kategori authentic. Artinya jujur pada diri sendiri.

    Tahu mau dan apa yang diinginkan. Nah peran ortu cukup besar di anak usia dini.
    Aku pernah nulis ini di blog semoga berkenan mampir

    ReplyDelete
  5. Dalem banget ya makna lagunya. Memposisikan diri menjadi objek dan bukan subjek. Merdeka, dan mandiri secara mental itu memang penting, ya. Jangankan perbudakan, dalam hierarki pekerjaan sekarang pun ada orang yang dipaksa menjadi objek.

    ReplyDelete
  6. Wuih. ..Mental Slavery itu benar-benar racun banget buat pribadi kita klo tidak segera di benahin. Banyak hubungan yang membuat kita menjadi seperti "budak", itu menjadi racun buat kesehatan mental kita. Kalau aku, yang sampai saat ini juga masih ada di dalam suatu hubungan yg toxic (hubungan kerja ya. .. ) , menyeimbanginya dengan berkarya dan menyalurkan hobby. Ya. ... Supaya gak "Gila" ����

    ReplyDelete
  7. kalau aku suka lagunya Bob Marley yang stand up, get up, menurutku lagu ini juga ada semacam tujuan ngangkat mental orang yang denger yaa, biar terus kuat, kayanya tema-tema lagu Bob Marley relate sama tema2 mental health yaaa

    ReplyDelete

Post a Comment

Baca Juga