Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Perbanyak Syukur Supaya Tidak FOMO!


Saya yakin. Anda pasti pernah merasakan rasa cemas. Rasa cemas yang disebabkan karena tertinggal/tidak terlibat dengan aktivitas yang dilakukan orang lain. Rasa cemas ini bila tidak dikelola dapat menganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan bisa berujung depresi.

Rasa cemas yang timbul karena tidak terlibat pada kegiatan orang lain kini sering disebut dengan istilah FOMO. FOMO adalah singkatan dari Fear of Missing Out. FOMO secara sederhana disepadankan dengan istilah takut tertinggal.

FOMO sebenarnya sudah dikenal sejak lama. FOMO berawal dari makalah penelitian tahun 1996 yang ditulis oleh Dan Herman (Kompas, 04/04/2020). FOMO ternyata tidak hanya dipicu pada era media sosial seperti saat ini. Sudah sejak lama sudah ada fenomena FOMO. Walau fenomena FOMO tidak sedahsyat sekarang.

FOMO pada zaman dahulu hanya terjadi ketika seseorang tidak diundang dalam suatu pertemuan/pesta. Ketakutan pada ketertinggalan dahulu juga terjadi ketika seseorang merasa minder karena tidak memakai pakaian sesuai trend. FOMO pada masa lalu sering juga terjadi ketika teman satu kelompoknya lupa/tidak mengajaknya beraktivitas bersama.

Seperti yang sudah disebutkan tadi, fenomena FOMO semakin menjadi setelah munculnya media sosial. Kita bisa melihat aktivitas orang lain. Aktivitas orang lain bisa muncul tanpa kita minta di layar gadget kita. Bisa juga tiba-tiba muncul di notifikasi HP.

Aktivitas yang dilakukan dan ditampilkan orang lain di media sosialnya memicu kemunculan FOMO. FOMO bisa terjadi ketika kita tidak bisa "foto" di tempat-tempat yang sedang "hits". FOMO bisa juga terjadi ketika melihat orang lain mengikuti suatu kegiatan. Sehingga timbul perasaan bersalah tidak terlibat dalam kegiatan tersebut. Pokoknya, kalau muncul perasaan bersalah, takut, was-was atau khawatir setelah melihat "postingan" orang lain, dapat dikatakan ia telah terjangkit fenomena FOMO.

FOMO di era media sosial seperti saat ini dapat kita hindari. Caranya dengan:

  1. Mengalihkan fokus
  2. Mengenali kebutuhan dan keinginan diri sendiri
  3. Berhenti sementara mengikuti orang lain di media sosial
  4. Menghentikan sementara aktivitas di media sosial
  5. Membuat jurnal harian
  6. Mensyukuri apa yang sudah diraih selama ini

Fokus perlu dialihkan dari hal-hal yang membuat kita galau ke hal lain. Salah satunya dengan cara memfokuskan diri pada kebutuhan dan keinginan. Sehingga mau cara tersebut dilakukan agar kita dapat berhenti sementara memikirkan orang lain. Kalau perlu, kita melepaskan diri dari media sosial untuk sementara waktu.

Oleh karenanya, FOMO dapat dihalau dengan membuat jurnal harian. Jurnal/catatan harian ini berisi pencapaian-pencapaian yang diraih selama ini. Pada fase inilah FOMO dapat secara efektif dilawan dengan cara bersyukur!

Comments

  1. wahh baru banget kemaren aku ikutan talkshow tentang FOMO, kontrol diri emang penting yaa, dan juga buat daftar kebutuhan, keinginan dan suatu hal yang penting buat skala prioritas belanja

    ReplyDelete
  2. Kalau saya sih setuju dengan tips untuk menghindari FOMO nya itu
    Saya sering lihat orang foto sana sini, Alhamdulillah saya sedikit pun tidak iri atau ingin menandinginya. Saya hidup apa adanya aja.

    ReplyDelete
  3. FOMO nih bahaya banget. Bisa bikin kita krisis keuangan. Apa yang orang lain punya kita pengen beli, ke mana yang orang lain pergi kita mau ikut juga, jadi uang abis cuma buat ngejar atensi orang aja. Gak sehat banget

    ReplyDelete
  4. O jadi itu artinya istilah FOMO. Kayak pernah liat sih di medsos. Kadang saya juga merasakannya.

    ReplyDelete
  5. Wah aku baru tahu istilah ini . fomo ..bagus mas aku jadi ngerti.

    Hehehe.
    Efek fomo ini emang sudah ada sejak jaman dulu ya. Merasa dikucilkan akibat g diajak kondangan bersama. Akhire adalah tradisi saling menunggu datag hajatan rame2 jehehe..

    Sosialita gtu lah ya semacamnya

    ReplyDelete
  6. Sepertinya hampir sebagian besar orang pasti pernah merasakan perasaan ini ya. Tapi mungkin tidak sadar saja. Dan ternyata saya juga baru tahu kalau itu istilahnya disebut Fomo. Thank you ya atas tulisannya.

    Salam hangat.

    ReplyDelete
  7. Ohh ini yang namanya FOMO ya? Iyaa, zaman dulu pas masa SMA kadang ada rasa gini "Kok aku gak diundang ke acara ultahnya ya. padahal banyak teman sekelas yang diundang?" :)
    Klo sekarang liat postingan medsos ada yang naik haji atau traveling kadang muncul rsa, "Duhh kok aku belum bisa pergi ke sana. Kapan ya bisa kayak dia?" dll. Aku biasanya langsung berpikir positif & berdoa suatu saat bisa kayak gitu, jadi berusaha menghindari negative thinking.

    ReplyDelete
  8. Suka malu ati sih walau aku ga merasa terlalu FOMO
    aku kan gatau yang liat apa merasa sama dengan yang aku rasakan apa tidak!

    ReplyDelete
  9. Ohh FOMO namanya..
    Kalau keracun sama kuliner gitu gimana kak? Termasuk foto juga gk yaa..
    Kadang kan ada keinginan utk makan apa yg lg viral misalnya

    ReplyDelete
  10. Biar nggak fomo. Saya siasati dengan baca buku fisik. Kadang juga sebel sama diri sendiri kalau terlalu lama buka Ig .

    Salam kenal dari anggota bloggerhub ^^

    ReplyDelete
  11. Iya nih, akhir2 ini FOMO jadi ngetrend ya. Namun ketakukan akan FOMO ink nyata. Puasa sosmed bisa jadi solusi sementara utk ga FOMO.

    ReplyDelete
  12. terima kasih Kak sudah diingatkan ya, semoga kita semua termasuk yang mengambil hal-hal positif dengna banyak bersykur ini.

    ReplyDelete

Post a Comment

Baca Juga