Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Fokus pada Kecepatan Bukan Rencana Jangka Panjang

Ada sebuah hipotesis yang tercetus ketika para ilmuwan ekonomi melihat perkembangan perusahaan Jepang yang berkembang sangat pesat. Para ilmuwan menduga kalau pesatnya perkembangan perusahaan Jepang disebabkan karena adanya perencanaan jangka panjang.

Untungnya, hipotesis ini ditindaklanjuti dengan penelitian. Para ilmuwan mencari tahu apakah betul rencana jangka panjang yang membuat sukses. Ternyata bukan itu kunci suksesnya.

Kunci kesuksesan perusahaan Jepang terletak pada "kecepatan." Kecepatan ini utamanya dalam rangka menanggapi perubahan zaman yang begitu cepat. Sehingga perusahaan Jepang mampu menghadirkan solusi atas kebutuhan zaman.


Penemuan faktor kunci berupa kecepatan ini tentu akan berlawanan dengan rencana jangka panjang. Rencana jangka panjang sulit dirumuskan bahkan menjadi tidak berguna bila dihadapkan pada kenyataan zaman yang berubah begitu cepat.

Manusia atau perusahaan yang terlalu fokus pada rencana jangka panjang sering melupakan kondisi saat ini. Oleh karenanya banyak kebijakan yang tidak membumi. Padahal yang dibutuhkan untuk bertahan dan berkembang saat ini adalah penyesuaian diri dengan zaman.

"Kecepatan" menjadi relevan dengan zaman menjadi kunci kesuksesan. Begitu pula dengan kita sebagai penghuni zaman ini. Agar bisa menikmati zaman ini, yang diperlukan adalah kemampuan menyesuaikan diri dengan zaman. Artinya kita tidak terpaku pada romantisme rencana jangka panjang yang seringkali melenakan.

Borobudur, 31 Oktober 2019
Pukul 22.25 WIB. Ditulis sambil menikmati tetesan hujan pertama setelah sekian lama tidak hujan.

Nb: Perusahaan yang dimaksud di atas memang tidak ditulis secara spesifik. Dengan maksud menjaga etika jurnalistik.

Comments

Baca Juga