Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Penerbit Elaku: Semua Tulisan Bisa Diterbitkan Jadi Buku

Banyak orang yang yang mulai gandrung dengan aktivitasnya sebagai penulis berakhir dengan tanya. Apa yang selanjutnya harus dilakukan penulis dengan tulisan-tulisannya. Tulisan-tulisan tersebut tentu kurang bermanfaat kalau hanya disimpan di dalam memori laptop atau HP. Jawaban tanya para penulis pemula terhadap tulisan-tulisannya itu adalah dengan menerbitkannya!

Menerbitkan tulisan kini tidak hanya dalam bentuk buku. Tulisan bisa diterbitkan melalui postingan di media sosial ataupun blog pribadi. Segala model penerbitan digital di media sosial belum bisa menggantikan keberadaan buku.

Buku tetap menjadi barang mewah. Buku masih menjadi simbol intelektualitas seseorang. Dalam arti lain, buku menjadu simbol kecerdasan. Oleh karenanya, keberadaan buku tidak bisa dipandang sebelah mata.

Lantas muncul pertanyaan lanjutan. Apabila tulisan-tulisan tersebut diterbitkan dalam bentuk buku akan semudah update tulisan di media sosial? Jawabannya relatif.

Bila para penulis pemula menerbitkan buku melalui penerbit-penerbit mainstream alias penerbit-penerbit besar maka bukunya belum tentu diterbitkan. Karena banyak faktor dimana penerbit mainstream/ penerbit besar itu mau menerbitkan tulisan dalam bentuk buku.

Salah satu pertimbangan penerbit mainstream dalam menerbitkan buku adalah pangsa pasar. Penerbit mainstream akan membandingkan tukisan kita dengan selera pasar. Di sisi yang lain, penulis pemula sering kalah bersaing dengan para penulis senior. Penulis senior jelas memiliki nama besar yang lebih menjual.

Solusi Penerbitan bagi Penulis Pemula
Lantas bagaimana cara agar para penulis pemula tetap bisa menerbitkan tulisan dalam bentuk buku? Salah satu alternatif jawabannya yaitu menerbitkan buku melalui penerbit minor. Oh iya, yang perlu diketahui oleh para pembaca adalah terdapat dua jenis penerbit. Penerbit itu ada dua, yaitu penerbit minor dan penerbit major. Penerbit major bentuknya seperti penerbit yang saya gambarkan di atas. Sederhananya, penerbit major adalah penerbit mainstream.

Sedangkan penerbit minor adalah penerbit yang skala penerbitannya tidak sebesar penerbit mainstream. Hal ini bisa terjadi karena adanya keterbatasan modal. Kehadiran penerbit minor pun bisa juga disebabkan adanya keinginan atas sebuah fleksibilitas.

Fleksibilitas yang dimaksud dalam penerbit minor adalah tentang kehadirannya untuk memenuhi kebutuhan penulis. Dimana penulis yang memiliki idealisme tinggi membutuhkan sebuah fleksibilitas yang tidak terkekang oleh pangsa pasar.

Misalnya ada seorang penulis yang memiliki naskah yang menurutnya layak dan harus diterbitkan. Akan tetapi karena alasan pangsa pasar, banyak penerbit mainstream menolaknya. Idealisme penulis yang ingin menerbitkan bukunya inilah yang membutuhkan jembatan dari penerbit minor.

Penerbit minor tentu memiliki keterbatasan. Keterbatasan yang paling kentara terletak pada bidang pemasaran. Penerbit Mayor memiliki jaringan pemasaran yang lebih luas. Bahkan beberapa penerbit major memiliki toko buku di berbagai kota. Selain itu, penerbit major busa memasarkan bukunya melalui distributor.

Singkatnya, penerbit minor dapat menekan biaya penerbitan buku karena tidak adanya pemasaran melalui distributor. Selain itu, penerbit minor tidak mengelola toko buku. Namun penerbit minor tidak perlu risau akan distribusi buku.

Distribusi buku di era digital ini tidak melulu harus mengandalkan distributor atau toko buku. Penulis atau penerbit minor dapat melakukan penjualan langsung kepada para pembaca. Teknisnya dapat melalui penjualan langsung di media sosial atau e-commerce. Bahkan bisa juga melalui pameran-pameran yang diselenggarakan sendiri oleh penerbit minor atau gabungan penulis.

Inti dari tulisan ini adalah bahwa seburuk apapun tulisan di mata orang lain, tulisanm tersebut tetap dapat diterbitkan dalam bentuk buku. Caranya dengan memanfaatkan penerbit minor. Penerbit minor dapat dijadikan alternatif bagi para penulis pemula ataupun para penulis yang memiliki idealisme tinggi untuk menerbitkan karyanya.

Salah satu penerbit minor yang dapat memfasilitasi penulis pemula atau yangnberidealisme tinggi adalah Penerbit Elaku. Penerbit Elaku memiliki nama resmi CV. Elaku Sukses Berkemajuan. Penerbit Elaku memiliki visi bahwa semua tulisan berhak untuk diterbitkan.

Hotel Neo Semarang, 10 Maret 2020

Comments

Baca Juga