Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Penguatan Pendidikan Karakter dan Literasi Sekolah

Kegiatan pertama pada Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah orientasi akademik yang dilaksanakan pada 29 September 2018. Orientasi akademik yang berlangsung di lantai 10 kampus 4  UAD ini berisi pengarahan tentang teknis kegiatan PPG. Kegiatan PPG meliputi lokakarya, Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah mitra dan Uji Kompetensi Mahasiswa PPG (UKMPPG) ditambah satu materi khusus dari praktisi.

Praktisi pendidikan yang mengisi kegiatan orientasi PPG ini adalah Ibu Rini Ningsih seorang pengawas berprestasi dari Bantul. Tulisan ini berisi catatan mengenai apa yang telah disampaikan oleh Ibu Rini Ningsih pada Orientasi Akademik PPG. Pengawas yang pernah studi banding ke Australia ini menyampaikan makalah tentang "Penguatan Pendidikan Karakter dan Literasi Sekolah".

Berawal dari pertanyaan, "Mengapa pendidikan karakter perlu dikuatkan?" Jawabannya karena setiap orang sudah memiliki karakter. Hanya saja, karakter yang ada perlu dikuatkan atau dikembangkan. Karakter yang ingin dikuatkan meliputi karakter religius, nasionalis, mandiri, integritas, dan gotong royong.

Karakter merupakan salah satu dari tiga hal yang ingin dicapai melalui kurikulum 2013 selain literasi dan kompetensi. Karakter berkaitan tentang bagaimana menghadapi lingkungan yang terus berubah. Kompetensi berkaitan bagaimana mengatasi tantangan yang kompleks. Sedangkan literasi lebih pada bagaimana upaya menerapkan keterampilan inti pada kehidupan sehari-hari.

Gerakan penguatan pendidikan karakter melalui harmonisasi empat komponen yaitu olah hati (etika), olah raga (kinestetik), olah pikir (literasi), dan olah rasa (estetika). Penguatan pendidikan karakter mencangkup empat sasaran yaitu penguatan dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, budaya sekolah atau keseharian di satuan sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, dan kegiatan keseharian di rumah dan masyarakat.

Keempat sasaran itu memiliki bentuk intervensi/ implementasi tindakan yang berbeda. Kegiatan belajar mengajar di kelas diintervensi dengan pengintegrasian penguatan pendidikan karakter ke dalam kegiatan belajar mengajar. Budaya sekolah dilakukan dalam bentuk pembiasaan pada kegiatan harian di satuan pendidikan. Penguatan pendidikan karakter pada kegiatan ekstrakurikuler berbentuk integrasi karakter dalam kegiatan ekstrakurikuler. Misalnya pramuka, olahraga, karya tulis, dan lain sebagainya. Penguatan pendidikan karakter pada kegiatan keseharian di rumah dan masyarakat meliputi pembiasaan di sekolah di rumah dengan kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang karakter yang diharapkan terbentuk.

Literasi di sekolah
Literasi mencakup kemampuan mencari informasi, menerima informasi, mengelola informasi, memanfaatkan informasi, dan mengolah kembali informasi. Sehingga literasi lebih pada keterampilan dalam memperlakukan sebuah informasi. Literasi menjadi hal yang penting dimana kita sekarang hidup di masa yang penuh dengan informasi.

Jenis dan komponen literasi yang disebutkan oleh Ibu Rini Ningsih ada lima, yaitu literasi dasar, literasi media, literasi perpustakaan, literasi teknologi, dan literasi visual. Literasi dasar meliputi kemampuan membaca, menulis, berhitung sekaligus memperhitungkan, mempersepsikan, mengkomunikasikan, dan mengambil kesimpulan pribadi. Literasi media pada keterampilan untuk memahami berbagai bentuk dan tujuan penggunaan berbagai media yang ada. Seperti pemanfaatan media cetak, media elektronik, dan media digital.

Literasi perpustakaan meliputi kemampuan membedakan cerita fiksi atau nonfiksi, memahami informasi serta pemanfaatan perpustakaan untuk menyelesaikan sebuah tulisan, pekerjaan atau mengatasi masalah. Literasi teknologi meliputi keterampilan dalam menggunakan teknologi informasi. Kelima aspek literasi di atas semuanya diasah di sekolah.

Pesan Khusus
Ada satu pesan di luar makalah yang telah disampaikan. Pesan dari Ibu Rini Ningsih ini patut kita catat dan laksanakan. Terutama bagi seseorang yang berkarir sebagai guru. Pesan tersebut berisi pengoptimalan kegiatan belajar-mengajar untuk kenaikan pangkat. Beliau menyarankan kepada kami untuk membuat rangkuman materi ataupun soal-soal sebelum memulai kegiatan pembelajaran.

Rangkuman materi dan soal-soal itu dikumpulkan dan digabung menjadi diktat pembelajaran. Diktat pembelajaran dilayout  dan disunting dapat dterbitkan menjadi sebuah buku. Alur kerja yang efektif dan efisien seperti ini bermanfaat bagi guru untuk meningkatkan poin angka kredit maupun koin untuk menambah penghasilan.

Comments

Baca Juga