Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Memanfaatkan Sisa Air Wudhu

Wudhu menjadi aktivitas yang menggukan air dan sering dilaksanakan oleh orang Islam. Air sisa wudhu dapat dimanfaatkan daripada hanya terbuang percuma. Air tersebut dapat ditampung di kolam ikan.

Wudhu bagi sebagian orang dimaknai sebagai  ritual membasuh anggota tubuh sebelum shalat. Namun, bagaimanapun juga wudhu bagi seorang muslim sangatlah penting. Karena shalat mensyaratkan kesucian diri dari hadast kecil dan besar.

Wudhu merupakan ritual yang menggunakan air. Air dipergunakan untuk membasuh anggota badan. Terkadang kita perlu merenung. Lebih banyak mana, air yang terpakai atau yang terbuang.

Misalnya dalam sekaki wudhu membutuhkan air mengalir sebanyak lima liter. Maka hampir 90% dari air wudhu terbuang. Katakanlah yang terbuang empat liter air.

Bayangkan, air wudhu yang terbuang di SD Borobudur 1 bisa mencapai 700 liter air. Hitungan ini diperoleh dari warga sekolah yang beragama islam dan melaksanakan sholat tiap harinya.

Belum bila ada warga sekolah yang melaksanakan sholat sunnah dhuha. Jumlah air sisa wudhu yang terbuang bisa lebih dari itu. Warga SDN Borobudur 1 yang beragama Islam diperkirakan sekitar 320 orang.

Kondisi terbuangnya air sisa wudhu di SDN Borobudur 1 terjadi setiap hari. Intensitasnya berkurang pada pada hari Jumat dan Sabtu. Karena di kedua hari itu kegiatan pembelajaran tidak melewati waktu dhuhur.

Dalam rangka memanfaatkan kembali air wudhu yang terbuang, SDN Borobudur 1 membuat kolam ikan. Kolam ikan berukuran 2x1 meter ini menampung sisa air wudhu.

Jenis ikan yang dipelihara dalam kolam sisa air wudhu adalah ikan lele. Ikan lele memiliki keunggulan hidup di air keruh. Sehingga cocok dipelihara di kolam pembuangan sisa air wudhu.

Ikan lele walau hidup di air keruh tetap memiliki kandungan gizi yang tinggi. Kandungan protein cocok bagi anak yang sedang memasuki masa pertumbuhan.

Harapannya, ikan lele nantinya dipanen dan dimasak bersama. Sehingga bisa dinikmati oleh siswa-siswi SDN Borobudur 1. Air tertampung, manfaat didapat.

Comments

Baca Juga