Skip to main content

Featured Post

Profil Rahma Huda Putranto

Rahma Huda Putranto, S.Pd. adalah Duta Baca Kabupaten Magelang yang   lahir di Magelang, pada tahun 1992, lulus dengan predikat cumlaude dari Jurusan S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang tahun 2014. Kini sedang menempuh Program Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Penulis pernah bekerja sebagai guru di SD Muhammadiyah Borobudur. Kemudian mendapat penempatan di SDN Giripurno 2 Kecamatan Borobudur sebagai Pegawai Negeri Sipil. Terhitung mulai tanggal 1 Maret 2018 mendapat tugas baru di SD Negeri Borobudur 1. Alamat tempat tinggal penulis berada di dusun Jayan RT 02 RW 01, Desa Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Selain itu, penulis dapat dihubungi melalui email r_huda_p@yahoo.co.id. Penulis pernah mengikuti program Latihan Mengajar di Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia selama 3 bulan pada tahun 2013. Penulis meraih peringkat ke-2 tes CPNS Kabupaten Magelang tahun 2014. Ket

Tips Kurangi Debu dengan Rumput dan Batu

Debu menjadi masalah di SDN Borobudur 1. Debu merupakan partikel kecil yang sering mengotori bahkan menyebabkan penyakit. Namun, debu di SDN Borobudur 1 sangat mengganggu karena seringkali membuat tempat menjadi kotor.

SDN Borobudur 1 di bagian-bagian tertentu terlihat sangat kotor karena debu. Seperti di atas meja, almari, atau bagian yang tak tertutup lainnya. Debu menjadi pengkotor paling dominan.

Bahkan ada kisah dimana siswa harus selalu menyapu bila kelas ingin terlihat selalu bersih. Kelompok piket harus selalu piket tiap kali jam istirahat. Waktu di sekolah menjadi tidak efektif bila hanya digunakan untuk bersih-bersih.
Belum lagi kondisi lantai yang tertutup debu. Keberadaan debu di lantai disebabkan karena debu terbawa di alas sepatu warga sekolah. Jadi solusinya adalah mengurangi luasan tanah yang disinyalir mengakibatkan debu bertebaran.

Atas usulan dari Wali Murid dan beberapa pihak yang terkait, solusi dari banyaknya debu adalah dengan menutup permukaan tanah. Penutupan tanah tidak menggunakan beton atau pavin.

Teknik penutupan tanah menggunakan beton tidak ramah bagi keberlangsungan tanah. Selain itu, beton mengurangi area tadah hujan. Air tidak bisa terserap ke dalam tanah sebagaimana mestinya.

Penutupan tanah dalam rangka mengurangi debu diputuskan menggunakan batu dan rumput. Halaman atas SDN Borobudur 1 kini ditanami rumput. Sedangkan bagian yang digunakan sebagai jalan, ditutup dengan batuan kali.

Rumput menambah kesan asri dan hijau. Cocok untuk para siswa yang penat dengan tugas-tugas sekolah. Begitu keluar dari kelas, suasana hijaunya rumput berimbas positif pada kesegaran pikiran.

Batuan kali dipilih dengan pertimbangan bahwa batuan ini keras sehingga memudahkan orang berjalan. Batuan kali yang ukurannya tidak terlalu besar membuatnya mudah dilewati air hujan. Halaman menjadi tempat resapan yang baik.

Comments

Baca Juga